Program Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK) merupakan program yang sangat potensial untuk menumbuhkan kesadaran mengenai perlindungan lingkungan utamanya di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. Termasuk juga di Kab. Kediri. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kab. Kediri dan Tim Adiwiyata Nasional Jakarta telah mengadakan Visitasi Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2017.
Ada 3 (tiga) sekolah jenjang SMP dari Kab. Kediri yang dikunjungi. Salah satunya adalah UPTD SMP N 2 Gurah yang dikunjungi pada hari Kamis 16 November 2017. Dengan icon markisa UPTD SMP N 2 Gurah inshaAllah bisa membuat kagum tim AW Nasional yang mengunjunginya, diantaranya Pak Yansen dan Ibu Nurul serta tim dari Kominfo dan Dinas Lingkungan Hidup Kab Kediri.
Tidak hanya menonjolkan iconnya saja, UPTD SMP N 2 Gurah juga menunjukkan ciri khasnya yaitu Batik Tulis. Terbukti semua guru dan siswa-siswinya dengan bangga menggunakan seragam batik buatannya sendiri.
Selain itu untuk menyambut tamu tentunya bukan hanya penampilan dan kekompakan bapak/ibu guru dan siswanya namun lingkungan sekolah juga ikut dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Untuk itu UPTD SMP N 2 Gurah membentuk pokja-pokja yang nantinya akan bertugas bersamaan dengan DUTA Adiwiyata, yaitu Duta Lingkungan dan Duta UKS. Ada 19 pokja yang telah bekerja maksimal di pokjanya masing-masing. Diantaranya ada Pokja Sampah, Green House, UKS, IPAL, Biopori, School Garden, TOGA, Satwa, Kebersihan, dan masih banyak lagi.
Tim AW Nasional tiba di sekolah sekitar pukul 08.30. Kegiatan diawali dengan penyambutan lalu dilanjutkan penjelasan dari Bu Wahyu Widyaningsih selaku kepala sekolah UPTD SMP N 2 Gurah. Sebelum melakukan penilaian Pak Yansen dan Bu Nurul bersama-sama menikmati panen raya hasil tanaman hidroponik. Baru kemudian berkeliling sekolah dengan tujuan semua pokja yang ada.
Ruang pertama yang dikunjungi adalah ruang pameran. Di ruangan tersebut beliau berdua menikmati hasil karya siswa-siswi UPTD SMP N 2 Gurah, seperti batik tulis, minuman dan makanan olahan dari markisa, kerajinan dari plastik dan kertas, lukisan dan masih banyak lagi. Bukan hanya sekedar memegang atau mencoba namun Bu Nurul dan Pak Yansen juga dipersilahkan untuk belajar membatik, melukis, dan membuat kerajinan dari bahan bekas. Dari ruang pameran tempat selanjutnya yang dikunjungi adalah UKS. Di ruang UKS beliau diperiksa tekanan darahnya oleh petugas UKS dan di persilahkan juga untuk istirahat.
Smentara itu Pak Yansen melanjutkan kegiatan berkeliling sekolah dengan ditemani Duta Adiwiyata, Duta Lingkungan, dan Duta UKS. Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Didampingi oleh para duta Pak Yansen berkeliling ke pokja. Tidak hanya berkeliling sekedar melihat, beliau juga bertanya banyak hal kepada petugas pokja. Petugas pokja berhasil dengan lancar menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh beliau. Bahkan pak yansen juga sempat memberi challenge competition pada Pokja Biopori, yang juga berhasil dituntaskan pada hari itu juga. Padahal beliau memberi waktu selama tiga hari untuk mengerjakannya.
Dari pintu depan hingga ke bagian sekolah paling belakang yaitu yaitu TPS, alhamdulillah semuanya telah dikunjungi. Bukan hanya mengunjungi dan bertanya namun masing-masing pokja diberi himbauan untuk memperbaiki pokja masing-masing agar siap menuju Adiwiyata Mandiri.
Oke ... Bravo GUNEDA.
Sukseskan Adiwiyata Nasional dengan icon Markisa, Bligo, dan Batik.
Adiwiyata Mandiri? Bisa!





















